Micron Kelabakan Pesanan Meroket, Krisis Memori AI Diprediksi Bertahan Sampai 2027
Lonjakan permintaan memori akibat ledakan teknologi kecerdasan buatan telah membuat produsen memori global seperti Micron kewalahan memenuhi pesanan, memicu krisis RAM yang diprediksi akan berlangsung hingga 2027.
Produsen memori asal Amerika Serikat, Micron Technology, mengakui bahwa lonjakan kebutuhan modul memori (RAM) dan storage yang dipicu oleh ekspansi kecerdasan buatan (AI) membuat pasokan global belum mampu mengejar permintaan. Dalam beberapa bulan terakhir, rencana pembangunan pusat data AI pelanggan utama mendorong proyeksi permintaan memori melonjak tajam, sehingga pasokan hanya mampu memenuhi setengah hingga dua pertiga dari total kebutuhan pasar saat ini. Detik Inet
CEO Micron, Sanjay Mehrotra, mengatakan bahwa pasokan global RAM dan komponen penyimpanan akan tetap tertinggal dari permintaan bahkan melewati tahun 2026, dengan sejumlah fasilitas produksi baru yang diperkirakan baru dapat beroperasi pada 2026â2027. Detik Inet Fenomena ini tidak hanya berdampak pada perusahaan besar yang membangun infrastruktur AI, tetapi juga pada pasokan modul memori untuk konsumen umum, seperti PC, laptop, dan perangkat mobile.
Akibatnya, konsumen dan pelaku industri elektronik secara luas mulai merasakan dampaknya melalui kenaikan harga RAM dan SSD yang signifikan. Harga DDR5, misalnya, telah melonjak tajam sehingga beberapa toko bahkan enggan mencantumkan harga karena perubahan yang sangat cepat. Paket RAM berkapasitas besar kini bisa memiliki harga setara atau bahkan lebih tinggi daripada komponen lain seperti kartu grafis kelas menengah. Detik Inet
Sementara Micron meraih keuntungan tinggi â dengan pendapatan kuartal pertama tahun fiskal 2026 mencapai US$13,64 miliar dan laba bersih melonjak menjadi US$5,2 miliar â tekanan atas pasokan komponen memori diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat. Detik Inet Perusahaan saat ini sedang memperluas kapasitas produksi dengan membangun dua pabrik baru di Idaho dan fasilitas di New York yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2026 dan 2027.
Apa Artinya Bagi Konsumen?
Situasi ini berarti beberapa hal penting yang perlu diantisipasi oleh konsumen dan pelaku industri teknologi:
1. Harga Komponen Bisa Tetap Tinggi
Karena pasokan masih ketat sementara permintaan terus meningkat, harga modul RAM, terutama jenis yang lebih cepat dan berkapasitas besar, diperkirakan akan tetap tinggi setidaknya sampai krisis ini mereda. Konsumen yang ingin merakit atau meng-upgrade PC perlu mempertimbangkan anggaran lebih besar untuk komponen memori.
2. Ketersediaan Barang Bisa Terbatas
Producer global, termasuk Micron, telah memprioritaskan alokasi pasokan untuk pelanggan AI dan enterprise besar. Hal ini dapat membuat stok RAM dan SSD kelas konsumen lebih cepat habis di pasar ritel, terutama pada masa liburan atau peluncuran produk baru.
3. Peralihan Fokus Industri ke AI
Micron dan pembuat memori lain sedang mengalihkan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tinggi industri AI, termasuk HBM (High Bandwidth Memory) yang menjadi komponen penting untuk akselerator AI dan pusat data. Tren ini menunjukkan bahwa pasar memori konsumen bisa mendapatkan porsi pasokan yang lebih kecil dalam beberapa tahun ke depan. Technetbook | The Tech Experts
Untuk merespons krisis pasokan ini, konsumen disarankan merencanakan pembelian perangkat dengan matang, mempertimbangkan varian yang lebih hemat memori, atau memanfaatkan promo bundling sebelum harga dan stok kembali mengalami tekanan. Bagi pelaku industri, merencanakan pasokan jangka panjang dan menjalin kontrak dengan pemasok sejak awal bisa membantu mengurangi risiko keterlambatan produksi.
Fenomena ini mencerminkan konsekuensi dari revolusi AI yang terus memperluas kebutuhan infrastruktur digitalâsebuah momen di mana kemajuan teknologi menghadirkan tantangan bahan bakunya sendiri.





